Monday, November 25, 2013

Rambut Kusuut, Ewww

Jadi kemarin saya sempat melakukan keteledoran yang cukup fatal. Waktu itu ke luar kota, tapi walahdalah saya lupa nggak bawa sisir! Yes, sisir gitu loh. Benda esensial penyelamat rambut. Mana pas itu saya nggak sempet ke minimarket untuk beli sisir. Bayangkan kalau kamu rambutnya panjang, dan hidup tanpa sisir! Aww, alhasil selama tiga hari saya memanfaatkan tangan yang cuma punya gerigi lima untuk sekedar menempatkan helaian rambut pada tempatnya. Memang sih waktu itu saya pakai hijab. Tapii, meskipun rambut ditutupin, sangat nggak nyaman sekali memelihara rambut kusut awut-awutan di bawah hijab.

Sepulang dari luar kota itu, saya Googling macem-macem cara supaya rambut saya yang sudah kusut nggak makin parah. Bisa sih disisir paksa, tetapi saya harus mengambil resiko beratus helai rambut rontok berjamaah. Huaa. Mau ke salon, agak malu sama kapsternya, soalnya kusutnya kebangetan. Hihihi. Jadi akhirnya saya coba pakai ini:

1. Extra Virgin Olive Oil


EVOO ini memang multifungsi, dari ujung rambut sampai ujung jadi ada gunanya. Untuk menangani rambut kusut caranya adalah dengan membubuhkan secukupnya pada tangan lalu usapkan secara merata ke rambut. Biarkan selama kurang lebih 1 jam. Ada yang bilang didiamkan semalaman, tapi saya eman-eman sama bantal, jadi cukup satu jam saja. *kemudian terngiang salah satu judul lagu dangdut*
Awalnya memang terasa greasy, tapi setelah diusapkan merata ke seluruh rambut, lama kelamaan mulai terasa lembap dan nyaman.

Thursday, November 21, 2013

Toner-Toner Hore


Buat saya, toner itu nama lain dari cairan-ajaib-yang-bisa-dipake-ngapa-aja. Dari membersihkan, menyegarkan kulit, pemberi nutrisi kulit sebelum memakai makeup, termasuk menghilangkan muka ngantuk pun bisa. Hehehe. 
Gimana caranya kok toner bisa ngilangin muka ngantuk? Jadii, kalau bangun tidur, muka sudah acak-acakan berminyak tapi masih enggan beranjak, tinggal ambil kapas sama toner, usapin ke seluruh muka. Maka muka segar instan nggak ngantuk sudah didapatkan. *ini tips apah?*

Karena multifungsi, saya hampir bisa dikatakan nggak bisa hidup tanpa toner. Meski muka sudah dibersihkan pakai remover, milk cleanser, facial foam, dll, kalau belum pakai toner, rasanya ada yang kurang pokoknya. Kali ini, saya mau bahas enam macam toner yang mudah dibeli di toko-toko dekat rumah.

Thursday, November 14, 2013

Minggu Luar Biasa, Pendadaran, dan Bandung


Akhirnya, saya pendadaran!! Alhamdulillah bisa lulus dengan revisi, tanpa mengulang. Setelah sekian lama berjibaku dengan banyak kerjaan dan deadline sana-sini, skripsi saya kelar juga. >.<. Kalau kuliahnya disambi bekerja memang harus menambah effort untuk berbagi waktu dan slot pikiran. Yang tadinya cuman mikirin tugas kuliah, pada saat yang sama kita juga mikirin gimana cara supaya bulan depan bisa bayar kost, makan, dan beli makeup nabung. Yang seharusnya kita punya waktu 24 jam dalam 5 hari untuk nongkrongin perpus atau melakukan penelitian, kita harus bisa membagi waktu-waktu itu untuk bekerja sambil kuliah. FYI, saya sendiri kurang yakin kalau skripsi saya dapat terselesaikan dengan baik, tapi Alhamdulillah ada saja jalannya. Alhamdulillah ada kawan-kawan dan keluarga yang mendukung saya. Ada teman yang pintar sekali dan mau saya mintai tolong mengajari cara olah data. Ada sahabat yang kerap mengejek "tukang dandan wisuda kok belum wisuda". Pokoknya terimakasih banyak untuk semuanya.

OhMyGod, apakah saya baru saja cerita kalau saya habis pendadaran?! Aww, saya masih eksaitid!! Berbulan-bulan saya menunggu momen untuk dapat bercerita di sini. Aaarggghh.

Tak disangka pula, kawan-kawan saya kuliah pada datang di sidang kemarin. Ada Rosy, Tya, Anggit, Faris, Yudan, dkk. Saya kira, lamanya waktu saya lulus akan mengurangi keminatan mereka mengunjungi kampus kembali. Ternyata mereka baik-baik dan pada mau datang meski tanpa diminta. Hihihi.

Mohon tidak usah perhatikan Mas-Mas yang di sebelah kanan.
Juga dimohon untuk tidak memperhatikan Mas-Mas yang lagi duduk.
Tapi tentu saja, selesai pendadaran, tidak serta merta langsung santai. Masih ada revisi dengan waktu terbatas, ngurus surat-surat, yudisium, dan sebagainya baru boleh wisuda (baca: bereksperimen sama makeup sendiri, hijab style sendiri, kebaya -mudah-mudahan dibeliin Mami sendiri. LOL-, dll, dll). Ngurus urusan beginian, bagi yang sudah pernah skripsi pasti tahulah. Hehe.

Friday, November 8, 2013

Tari Sekar Jagat



Hai Jenganten,

Saya kemarin baru saja melakukan ujian tari Bali yang ke-enam, yaitu Tari Sekar Jagat. Eh, kok sepintas namanya kayak merk lulur ya? Jangan-jangan tariannya memang ikut-ikutan merk lulur? Hehe, bukan, Jeng. Malahan sebaliknya, lulur-lah yang mendompleng nama beken tarian Sekar Jagat. Setahu saya memang cukup banyak produk-produk asal Bali yang mengambil nama-nama tradisional termasuk nama tarian seperti Legong, Pendet, Puspanjali,  dsb.

Nah, kali ini saya berkesempatan didandanin seperti penari yang ada di kemasan lulur tersebut. Seperti begini nih:

 
Dilihat dari namanya, Sekar(bunga) dan Jagat(dunia), tarian ini menggambarkan keindahan bunga-bunga di dunia. Penari membawa bokor berisi bebungaan dengan hiasan janur. Properti tarian Sekar Jagat sekilas mirip dengan bokor pada Tari Pendet, bedanya bunga-bunga yang ada di tari Sekar Jagat bukan dimaksudkan untuk ditabur. Selain itu, bentuk hiasan bokor pada tari Sekar Jagat lebih besar daripada tari Pendet. FYI, ada beberapa tari Bali yang menggunakan properti bokor, yaitu Tari Pendet, Tari Gabor dan Tari Sekar Jagat.

Wednesday, November 6, 2013

Membuat Selfie yang Pop-up tanpa Effort Besar

Suka membuat foto-foto narsis atau posting Instagram tapi males dandan? Aih, rugi. Beneran deh. Sebaiknya, ketika emang niat beneran mau fefotoan, sempetin dandan dulu meski seadanya. Hehe.

Nah, dandan 'seadanya' itu bagi setiap orang memang sangat relatif. Ada yang bilang pakai makeup mata full dengan bulu mata itu termasuk makeup 'seadanya'. Ada yang cuma pakai eyeliner, itu seadanya. Kalau buat saya, makeup 'seadanya' untuk berfoto-foto adalah lipstik merah dan blush on. Sekali lagi, saya pertebal bagian berfoto-foto untuk menegaskan bahwa makeup tersebut memang khusus untuk foto-foto. Kalau dipakai untuk sehari-hari, kayaknya terlalu menor kali ya. :p

Adakalanya, acara dandan-dandan sebelum foto-foto itu jadi hal yang kurang saya minati (iya, saya juga sering males dandan). Padahal yang namanya berfoto, ketegasan makeup sangat diperlukan. Nah kalau modal kita cuma beberapa items makeup dan kacamata, ini yang harus kita lakukan.

Baiklah, yang perlu disiapkan untuk memulai aktifitas menyenangkan ini adalah:

1. Lipstik merahhh. Untuk memberi warna segar pada wajah.


2. Kacamata. Untuk menutupi mata yang nggak pakai makeup. Hihi.

3. Blush On. Untuk memberi kesan kontur pada wajah. Pakai blush lebih tebal dari biasanya supaya foto jelas.
4. Eyebrow atau pensil alis. Gunakan untuk mempertegas bentuk alis. Karena jika kita memakai kacamata, fokus orang akan menuju ke bagian alis.
5. Baju yang pop up. Pilih yang warna cerah, padukan dengan outfit yang berkarakter, misal jilbab motif leopard.
6. Teman untuk narsis bersama <-- ini paling penting. Haha.

Yang perlu kita lakukan adalah cuma pakai lipstik - bentuk alis - pakai blush on - pakai kacamata. Foto berikut adalah perbandingan tanpa lipstik merah dan tanpa kacamata:


Foto bagian kiri nggak memakai lipstik merah dan blush on. Wajah terlihat datar dan kurang berkarakter. Meski gayanya udah sangar, tetep saja kelihatan kayak abis bangun tidur.
Foto bagian kanan sudah pakai blush on dan lipstik merah, tapi nggak pakai makeup mata (ihihi, kelihatan banget kuyu-nya). Wajah sudah terlihat memiliki kontur dan lebih segar (abaikan kacamata yang belum dipakai).

Lalu foto di bawah ini sudah pakai kacamata...

Tante Lady berpipi tembemmm. Uwuwuwuw.
Saya pilih pakai coat merah yang warnanya sama persis dengan lipstik, plus jilbab motif leopard untuk memberi kesan pada foto. Yuhuuu. Nah, acara berfoto-foto makin menggila karena ada partner in crime dari temen kost yang bisa diajak narsis bersama.

Aviator

Pakai filter.
Nah, gampang kan? Menurut kami foto-fotonya sudah cukup memuaskan meskipun cuma pakai lipstik+blush on saja (cuma saya yang perlu membentuk alis karena Nisa secara genetik sudah punya alis tebal. #ngiri). 

Partner: Nisa @fAnnisaa
Blush  on Lady & Nisa: Inez Italian Sun

Monday, November 4, 2013

Review Handmade Product Tsukiyo Soap

Halo Jeng-Jeng cantik dan Mas-Mas ganteng (entah kenapa saya yakin pasti selalu ada Mas-Mas yang datang ke blog ini. Hehe)

Saya mau nanya sebuah pertanyaan yang agak sensitif, yaitu "Berapa kali kamu mandi sehari?" Apa? Dua hari sekali? Buset, lama sekali. Kalau tinggal di negara musim dingin sih oke-oke saja, tapi kalau hidup di negara tropis macam Indonesia, yang akhir-akhir ini cuacanya panas nggak menentu, sepertinya kurang bijaksana kalau jarang mandi. Hihi. Kalau badan kita bau, tapi dicium sendiri sih nggak masalah ya, tapi kalau orang lain yang tidak berdosa kita 'suruh' untuk nyium aroma badan kita kan gimana. Hehe.

Nah, saya mau review produk yang bisa bikin rajin mandi nih. Namanya Tsukiyo Soap. Ini merupakan sebuah sabun handmade yang dibuat dari bahan-bahan alami. Apa yang membedakan Tsukiyo Soap dengan sabun-sabun lainnya? Yuk kita bahas satu-per satu.



  • Komposisi
Mayoritas bahan pembuat Tsukiyo Soap berasal dari bahan-bahan alami dan semi vegetarian seperti tomat, stroberi, anggur, bunga roselle, alpukat, susu, teh herbal, dan sebagainya. Jika kebanyakan sabun yang beredar di pasaran hanya menyertakan ekstrak bahan alami saja, Tsukiyo Soap menyertakan bahan-bahan alami tersebut menjadi komposisi utama sabun. Malahan, salah satu sabun yang berbahan dasar tomat, itu bener-bener dibuat dari tomat asli yang diblender lho. Jadi, manfaat yang kita dapat dari sabun Tsukiyo juga benar-benar dari bahan alami atau sumber aslinya.