Hai Jenganten.
Saya mau mengusir rasa bersalah pada diriku sendiri. Yaitu: lama nggak ngeblog. Oh my, padahal belum genap dua minggu yang lalu terakhir saya posting di sini, tapi rasanya udah kayak seabad. Ginilah kalau kebiasaan ngeblog sudah dibudayakan sejak lebih dari setahun yang lalu. Beberapa hari saja nggak ngepost, rasanya seperti ada rasa bersalah. Tapi tentu saja, rasa bersalah yang saya maksud tentunya berefek untuk saya sendiri saja ya Jeng. Saya sebenernya kepingin pura-pura minta maaf sama reader karena lama nggak posting, tapi jiwa dan raga saya kadang kurang begitu setuju untuk meyakini bahwa blog ini sebegitu menariknya sehingga orang akan menanti tulisan-tulisan saya.
Lalu blog ini blog apaan dong kalau bukan buat dibaca orang? Tentu saja untuk dibaca orang, tapi itu saya anggap sebagai bonus. Tujuan utama saya ngeblog adalah untuk menyalurkan energi yang berlebihan. Nah, kebetulan energi yang saya punya adalah makeup, maka saya buatlah ini beauty blog. Saya yakin semua orang punya surplus energi, ada yang suka makan, suka fotografi, suka tidur, suka bermain game dan sebagainya. Setiap orang juga punya caranya sendiri-sendiri dalam menyalurkan energinya, mungkin dengan berwisata, berfoto, makan, dan hangout. Dalam hal ini, energi yang saya punya, saya salurkan dengan menulis di blog. Ketika menyalurkan energi dengan menulis, saat itu juga saya merasa senang. Ada aliran luar biasa membahagiakan ketika saya menekan tombol Publish di kanan atas editor ini. Perkara dibaca atau tidak dibaca itu bukan masalah, yang penting saya senang melakukannya.
Iya kan, yang penting senang? :)
Baiklah, balik ke topik yang saya rencanakan sejak awal, yaitu berjudul Quick Review. Saya kepingin cerita sedikit tentang lip palet lokal andalan saya saat ini, yaitu Wardah Red Lip Pallete. Karena judulnya quick review, artinya apa yang saya tulis di sini hanya review secara garis besar saja.
 |
| Tampak luar dan balik kemasan. |
Kenapa saya beli Wardah Lip Palette?
- Saya kepingin punya red lipstik dalam warna-warni yang beragam.
- Dalam satu kemasan, terdapat delapan warna-warni yang disadur dari nuansa merah pada lisptik reguler Wardah. Jadi ada matte lisptik, ada exclusive lipstik dan sebagainya.
- Kemasannya compact, cukup kecil dibawa kemana-mana. Dan yang
paling saya suka, ketika saya butuh untuk mendandani orang, cukup bawa
satu palet ini saja sudah cukup untuk mewarnai bibir beberapa orang.
- Harganya relatif murah yaitu 45.000, dan ketika saya beli kebetulan sedang diskon. Alhasil saya bisa bawa pulang lip palet ini dengan harga 32.000. Aaarggh. (Tips rahasia: ke Mirota Kampus-lah di hari Jumat)
Secara tekstur, saya suka. Sejauh yang saya pakai, belum ada yang membuat bibir kering. Lagipula, sebelum mengkambing-hitamkan lipstik sebagai media pembuat bibir kering, ada baiknya cek dahulu bibirnya apakah memang kering atau tidak. Kalau bibirmu sedang kering dan pecah-pecah, mau pakai lipstik sebagus apapun juga hasilnya jelek. Sementara kalau bibir bagus terawat, mau pakai lipstik apapun juga akan bagus. Jika kondisi bibir sedang kering tapi ingin memakai lipstik, dahului dengan
memakai lip balm, baru dipakaikan lipstik.
Warnanya cantik-cantikk!!
Matte 08: di pan berwarna merah bata dengan sedikit shimmer
gold. Dari delapan warna, hanya warna ini saja yang memiliki shimmer yang cukup kelihatan.
Ketika di-apply di bibir, warnanya menjadi semacam merah bata dengan hint tembaga.
Matte 03: memiliki dominan warna orange yang kuat. Terkesan
hangat dan cocok dipadu dengan blush on warna orange yang senada. Merupakan
warna yang paling mencolok ketika dipakai di bibir.
Exclusive 23: Berwarna merah netral.
Jika ingin mencari warna merah yang bener-bener merah maka warna inilah yang dicari.
Exclusive 42: Berwarna merah dengan hint warna berry. Warna
ini sepertinya mendapat kandungan biru yang cukup banyak. Terkesan cool dan
misterius. Cocok jika ingin mendapat kesan berry look.
Matte 11: Berwarna merah bata dengan kandungan sedikit
shimmer, tapi shimmer-nya lebih kecil daripada Matte 8 (paling atas). Warna ini
juga memiliki hint berry tetapi tidak sekuat Exclusive 42.
Exclusive 46: Pink! Come to Mama! Meski judulnya kumpulan
lipstick berwarna merah, tampaknya Wardah menyediakan satu slot untuk lipstik
warna pink. Tapi tetap saja, dominannya masih ke warna kemerahan.
Exclusive 35: Lipstik kemerahan dengan hint warna cokelat
campuran berry yang seimbang. Meski
berwarna merah, ketika dipakai di bibir warnanya cukup bersahabat dan tidak
terlihat menor.
Exclusive 38: Berwarna merah hati dengan hint warna cokelat
yang kuat. Warna ini yang paling mendekati alami menurut saya.
 |
Contoh swatch di bibir.
|
Produk ini dilengkapi dengan satu kuas dengan gagang transparan. Secara kualitas, saya anggap lumayan untuk pemakaian lipstik palet. Tapi yang disayangkan, jumlah kuasnya tidak mempu mengakomodasi semua warna. Idealnya satu kuas itu cukup untuk 2-3 warna saja. Nah ini, ada delapan warna tapi kuasnya cuma satu. >.<
 |
| OOTD memakai EXC 38. |
@andhikalady