Sunday, April 28, 2013

Shanti Soft Peach







Her name is Shanti. Dia sudah beberapa kali jadi model eksperimen makeup di blog Jenganten. Lihat saja di sini dan di sini. Ndandanin Santi itu asik banget lho, selain dia orangnya asik diajak nggosip, dia orangnya teliti dan selalu ngasih tau saya kalau hasil makeup saya kurang anu, kurang ini. Dan lagi, dia itu punya mata yang buesaaarr!! Duh, siapapun pasti iri, akupun begitu. 

Tidak perlu koreksi macam-macam untuk wajahnya yang sudah oke ini. Kulitnya udah bagus, matanya udah besar, tinggal menyamarkan kantung mata dan memberi warna segar di pipi. Saya kemarin lupa memotret foto beforenya, jadi Jenganten-jenganten cuma bisa lihat afternya saja. Hihihi.

Oh iya, saya kali ini memakai eyeshadow murah meriah lho, begini bentuknya :


Warnanya dikit keluar, susah diblend, shimmernya cuma di permukaan saja, dan powdery gilak. Dengan menambah usaha ngorek-orek pan eyeshadow dan usaha blending maksimal, hasilnya udah cukup lumayan untuk membuat tampilan mata Santi menjadi lebih terbuka. *merk dirahasiakan* *sudah ada nomor BPOM kok*. :p


NB : Setuju tidak, kalau foto terakhir Santi mirip sama Adele?

Wednesday, April 24, 2013

Bold Deep Sexy Eyes, Eka.



Namanya Eka. Dia pernah saya ceritakan di sini . Aslinya dia berkacamata, tapi untuk session makeup kali ini, saya paksa dia untuk copot kacamatanya. Hihi. Bentuk mata, bibir dan rahang temen saya ini sudah bagus dan tirus, sehingga tidak perlu koreksi banyak pada bagian shading rahang. Si Eka ini kepingin di makeup in dengan warna yang terkesan segar dan fresh (tapi hasil akhir jadinya malah bold, sexy dan galak. Hihihi, sorry ya Ka. Tetep cantik kok yaa.. #ngeles).

So, here we go...





Face :
- Make Over Cream Foundation.
- Bedak Kelly Natural<-- memberi kesan tone kuning yang kuat banget. Cocok dengan warna dasar kulit Eka. Sapukan pakai kuas khusus bedak.
- Viva blush on duo no 1.
- Inez Venice cokelat untuk shading hidung.

Eyes :
- Inez Venice.
- False eyelashes.

Lips :
- Kombinasi lipstick Estee Lauder warna merah bold & lipbalm.


This entry was posted in ,

Monday, April 22, 2013

Maroon Dress OOTD


Kemarin temen saya nikah. Saya kondangan. Saya dandan. Saya pakai bulu mata. Saya pinjam clutch ke teman saya. Saya pakai dress. Saya hubungi Mas Pacar buat nemenin kondangan (iya, sekarang saya punya pacar. #njukngopo. LOL). Terus saya foto-foto. Terus kok saya jadi terpesona sama foto sendiri. Terus kok saya jadi merasa sayang kalau nggak dipublish di Instagram. Terus kok saya jadi merasa sayang kalau tidak dipost di Jenganten. Terus kok saya merasa fotonya terlalu banyak. Terus kok saya jadi ga enak kalau foto spamnya terlalu banyak. Terus kok saya jadi merasa "ini blog-blog saya kok, semau gue dong mau posting kaya apa". Terus akhirnya ya beginilah. Enjoy my post.

Happy Wedding untuk Vivi dan Mas Rachmad. Semoga Sakinah Mawadah Warrahmah hingga akhir hayat.
 
Baiklah, saatnya ke postingan utama, yaitu FOTD dan OOTD saya. Muihihihi..
 
Iya, itu saya. Bukan bidadari yang kebetulan lewat terus nampil poto-poto di depan garasi.



Itu juga saya. Bukan dewi hutan yang lagi menampakkan diri.



Harap diperhatikan bahwa foto ini bukan FOTD. Tapi foto pamer gingsul.

Outfit.
Ya sudahlah. Karena post ini ditujukan untuk pajang foto-foto dan kebetulan saya lagi males mau nulis apaan di sini, postingan ini saya akhiri saja yes.

Cherioo.

Wednesday, April 17, 2013

NOTD : Nail in Blood.


Tidak ada bulan tanpa aktifitas ngecat kuku.

Duh, kukuku sayang, kuku yang sehat, bentuknya segi panjang, dan entah kenapa selalu lentik (??). Kukuku yang cantik, berubahlah menjadi semerah darah dengan kekuatan datang bulan beserta sapuan kuas nail polish!! (??)

 

 Saya memakai Oriflame Pure Colour Nail Polish Burgundy dengan tambahan lapisan Pokari pink glitter.


 

Pertama-tama, cat kuku dengan kuteks warna merah Burgundy.


Kemudian lapisi dengan pink glitter. Dan taraaa...

 

 



Purple Victorian Ring, Kipas Bali, Laptop, tembok milik pribadi.
Terimakasih untuk  @fAnnisaa yang udah bantuin ngoles kuteks. Hihi.

Tuesday, April 16, 2013

Review EOTD : Sariayu Karimunjawa Pesisir Sentrajava.

Eyeshadow lagi, eyeshadow lagi. Rasanya nggak lengkap hidup ini tanpa kehadiran eyeshadow. Apalagi eyeshadow yang warnanya cetarr, yang cerah, pigmented, stay power oke, warnanya unik, kemasan lucu seperti eyeshadow ini :



Sariayu Karimunjawa, Pesisir Sentrajava, edisi 2013







Warnanya terdiri dari kuning shimmer, hijau shimmer dan ungu semi matte. Salah satu alasan saya beli ini adalah karena dia punya warna ungu! Sebenarnya ada satu lagi seri eyeshadow Sariayu edisi Pesisir Sentrajava 2013, namanya koleksi Lasem, tapi saya pilih yang Karimunjawa karena jatuh cinta sama warna ungunya.

Kombinasi warna-warna ini langsung bikin saya ingat sama warna-warni terumbu karang. Meski belum pernah melihat terumbu karang secara langsung atau ke Karimunjawa, tapi saya sangat setuju kalau warna-warna ini indah, dan bisa bikin mata indah juga harusnya.

Bagaimana dengan vibrant warna? Jangan ditanya, sejauh pengamatan saya terhadap dunia per-eyeshadow-an, produk keluaran Sariayu memang hampir selalu jawara dalam urusan keluar warna. Tanpa pake base eyeshadow pun warna yang dihasilkan sudah cetarr dan cantik.

Kemasannya juga unik dan elegan. Tapi sayangnya, cerminnya terlalu kecil untuk dipakai touchup mata (kalau buat ngaca bibir udah cukup kali ya). Kalau saya bisa saran sih, mending dikasih cermin yang besar atau nggak usah dikasih aja sekalian. Kemudian, letak untuk membuka kemasan juga agak ambigu. Awalnya saya coba buka dari sisi samping yang panjang, kok susah banget. Usut punya usut, ternyata cara bukanya dari samping sisi yang pendek. Owalahh. Untung kekuatan tangan saya kecil, coba kalau saya tetep paksa buka dari samping yang lebar, ambyar deh tuh eyeshadow kesayangan. Hihi.

Sekarang dengan kuas. Kuas ini kurang begitu bermanfaat buat saya. Pada dasarnya saya lebih suka pakai eyeshadow menggunakan kuas jenis brush, bukan kuas jenis spons. Tapi tak apalah, kalau tiba-tiba kuas brush saya nyelip di bawah bantal karena saya pakai buat nggulung rambut (??), masih bisa pakai kuas spons ini. 

Atas : non flash. Bawah : dengan flash.
Contoh EOTD



Saya cuma makeupin satu mata aja. Hahaha.
Harga : Rp 40.000,00

Positif :
- Warna vibrant pigmented.
- Warnanya asik. (??)
- Shimmer.
- Tidak terlalu powdery.
- Kemasannya "Indonesia" banget.

Negatif :
- Cermin kecil.
- Posisi untuk membuka kemasannya ambigu (lewat samping).

@andhikalady

Thursday, April 11, 2013

Make Over : Rosyida "Fatin" Ramadhani


Halo Jenganten,,,
Kali ini saya berkesempatan untuk mendandani kawan saya. Namanya Dek Rosyi. Aktifitas dandan berdandan ini sebenarnya bukan untuk acara tertentu, melainkan ya buat iseng-isengan aja. Maklum, kami lama nggak ketemu, jadi supaya nggak mubazir, sekalian saja saya jadikan kanvas make up saya (baca = korban perlenongan). Hihihi.

Foto di atas pura-puranya adalah foto before dandan. Meski aslinya foto itu adalah foto setelah make up dibersihkan. Yew, kemarin saya lupa fotoin wajah Doi sebelum di make up, jadinya foto before diambil setelah pembersihan make up.


 Saya nggak melakukan koreksi besar-besaran untuk wajahnya. Selain memang wajah Rosyi sudah oke, kemampuan koreksi, shading, hilite segala macem saya memang belum begitu menguasai. #lagibelajar

Yang saya aplikasikan adalah foundation, eyeshadow, eyebrow, blushon, lipstick dan shading luar untuk hidung.


   
Konon ada yang bilang kalo didandani begini, Doi jadi mirip Fathin. Bhihihihik.



Hijab, Inner, Bros, Kalung milik pribadi saya.

Produk yang saya pakai :

Face :
Make Over Creme Foundation.
Marcks Loose Powder.
Caring colour TWC (sebagai highlite)
Inez Eyeshadow Vienna (sebagai shading cokelat)

Eyes :
Sariayu Eyeshadow Karimunjawa.
Inez Eyeshadow Vienna (sebagai eyebrow).
My Darling Eyeliner.
Pixy Mascara.

Lips :

Monday, April 8, 2013

Tari Cendrawasih

Cendrawasih? Apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar Tari Cendrawasih? 4 dari 5 orang yang saya tanyai sih langsung nyeletuk "Oh, itu pasti tari dari Papua yang kostumnya pake rangkaian jerami buat nutupin pantat itu kan?".

Memang tidak salah, di Papua yang konon merupakan tempat berdiamnya ribuan burung Cendrawasih yang indah-indah itu ada kesenian tari Cendrawasih. Tapii, ternyata ada juga lho, tari Cendrawasih yang dikembangkan di Bali, memakai ragam gerak Bali, memakai pakem tari Bali, dan menggunakan iringan gamelan Bali, dan yang jelas, kostumnya bukan berupa jerami yang digunakan menutupi pantat. XD

Malah, Tari Cendrawasih Bali lebih terkenal dibanding tari Cendrawasih Papua. Coba deh Googling "Tari Cendrawasih", pasti yang muncul adalah penari-penari Bali berpasangan dengan kostum yang ciamik, cuwantik, blink-blink dengan sayapnya yang berwarna kuning terang khas corak Bali.

Dari mana sih, kok bisa Bali punya tarian Cendrawasih? Padahal menurut ilmu Wikipedia, Bali bukanlah tempat di mana burung Cendrawasih berasal, yang ada malah burung jalak Bali. Kok nggak bikin tarian burung jalak aja?

Menurut sumber ini, Kisah yang digambarkan di dalam tarian Cendrawasih adalah kehidupan burung Cendrawasih di pegunungan Irian Jaya pada masa birahi. Nah, langsung ketahuan kalau inspirasi tari Cendrawasih memang berasal dari Papua (waktu itu namanya masih Irian Jaya). Tuh, Papua sama Bali aja akur saling menginspirasi, kenapa kamu sama pacarmu nggak akur? #eh

Masih menurut sumber yang sama, Tari Cendrawasih ini di ciptakan oleh N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem (yang juga sebagai penata busana dari pada tarian ini) dalam rangka mengikuti Festival Yayasan Walter Spies. penata tabuh pengiring adalah I Wayan Beratha dan I Nyoman Widha pada tahun 1988.

Oke, jadi ceritanya, kemarin saya berkesempatan untuk menari tari Cendrawasih versi Bali. Ini diaa...



Tari Cendrawasih ditarikan berpasangan oleh dua orang perempuan. Meski judulnya dua orang cewe nari, tapi kisah yang di dalamnya ya pasangan Cendrawasih jantan dan Cendrawasih betina yang sedang memadu kasih. #eaaa. Gerakannya pun dibuat seduktif layaknya pasangan burung yang sedang kasmaran.

Jadi ya mirip pasangan lesbong gitu deh narinya.

Tapii, terlepas dari itu, Tari Cendrawasih tetap merupakan tarian yang indah. Gerakan-gerakan yang diciptakan juga merupakan implementasi dari keindahan burung Cendrawasih. Lihat saja sayapnya (eh, ekornya. XD), warnanya kuning terang dan ketika diangkat dan dibawa bergerak memutar, jadinya bagus banget. Saya aja masih suka streaming Youtube tentang tari Cendrawasih soalnya memang indah banget. Jadi nggak sabar nunggu video tarian saya dirilis.

Ada satu gerakan tari Cendrawasih yang tidak saya temui di tari Bali yang lain. Yaitu pointe. Apa itu pointe? Yang sudah biasa nari balet pasti tahu. Pointe itu adalah suatu teknik posisi kaki yang dipakai untuk jinjit maksimal! Dalam posisi pointe itu, penari balet dapat melakukan gerakan memutar dan meloncat dengan indah. Dalam tari Cendrawasih juga begitu, Jeng. Ada beberapa gerakan yang mengharuskan melakukan posisi pointe sambil memutar. Gerakan ini makin susah dilatih ketika kita juga diwajibkan untuk menggerakkan mata, menyetabilkan tubuh dan juga menjaga agar posisi mendhak agem tetap sempurna. Pokoknya T.O.P banget deh untuk Ibu N.L.N. Swasthi Wijaya Bandem yang berhasil melakukan inovasi memasukkan ragam gerakan balet dalam tari Cendrawasih.

Di bawah ini adalah foto grup penari Cendrawasih..





Well, well, well, karena ini adalah blog saya, jadi boleh dong, saya pajang foto-foto saya berkostum Cendrawasih? :D








NB : Saya tambah gemuk. Berat badan naik 4 kilo. Pipi saya tambah cabi dan lengan saya jadi lumayan agak berisi.

Terimakasih untuk :
- Mba Ni Luh Putu Wiardani Astuti, pelatih tari Bali kami.
- Mas Aji, udah nonton dan traktir mie ayam.
- Mas Anam dan Mas Oki, juga udah nonton dari pagi.
- Pohon kembang kamboja depan rumah.
- Mba Ari, Ajeng, Ana, Tika, Irma, Ayu, Dita, Sekar, Tata, temen satu kelompok tari.
- Sanggar tari Pradnya Widya UNY.

Enjoy my posting,

@andhikalady