Cendrawasih? Apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar Tari Cendrawasih? 4 dari 5 orang yang saya tanyai sih langsung nyeletuk "Oh, itu pasti tari dari Papua yang kostumnya pake rangkaian jerami buat nutupin pantat itu kan?".
Memang tidak salah, di Papua yang konon merupakan tempat berdiamnya ribuan burung Cendrawasih yang indah-indah itu ada kesenian tari Cendrawasih. Tapii, ternyata ada juga lho, tari Cendrawasih yang dikembangkan di Bali, memakai ragam gerak Bali, memakai pakem tari Bali, dan menggunakan iringan gamelan Bali, dan yang jelas, kostumnya bukan berupa jerami yang digunakan menutupi pantat. XD
Malah, Tari Cendrawasih Bali lebih terkenal dibanding tari Cendrawasih Papua. Coba deh Googling "Tari Cendrawasih", pasti yang muncul adalah penari-penari Bali berpasangan dengan kostum yang ciamik, cuwantik, blink-blink dengan sayapnya yang berwarna kuning terang khas corak Bali.
Dari mana sih, kok bisa Bali punya tarian Cendrawasih? Padahal menurut
ilmu Wikipedia, Bali bukanlah tempat di mana burung Cendrawasih berasal, yang ada malah burung jalak Bali. Kok nggak bikin tarian burung jalak aja?
Menurut
sumber ini, Kisah yang digambarkan di dalam tarian
Cendrawasih adalah kehidupan burung Cendrawasih di pegunungan
Irian
Jaya pada masa birahi. Nah, langsung ketahuan kalau inspirasi tari Cendrawasih memang berasal dari Papua (waktu itu namanya masih Irian Jaya). Tuh, Papua sama Bali aja akur saling menginspirasi, kenapa kamu sama pacarmu nggak akur? #eh
Masih menurut sumber yang sama, Tari Cendrawasih ini di ciptakan oleh
N.L.N.
Swasthi Wijaya Bandem (yang juga sebagai penata
busana dari pada tarian ini) dalam rangka mengikuti Festival
Yayasan Walter Spies. penata tabuh pengiring adalah
I
Wayan Beratha dan
I
Nyoman Widha pada tahun 1988.
Oke, jadi ceritanya, kemarin saya berkesempatan untuk menari tari Cendrawasih versi Bali. Ini diaa...
Tari Cendrawasih ditarikan berpasangan oleh dua orang perempuan. Meski judulnya dua orang cewe nari, tapi kisah yang di dalamnya ya pasangan Cendrawasih jantan dan Cendrawasih betina yang sedang memadu kasih. #eaaa. Gerakannya pun dibuat seduktif layaknya pasangan burung yang sedang kasmaran.
Jadi ya mirip pasangan lesbong gitu deh narinya.
Tapii, terlepas dari itu, Tari Cendrawasih tetap merupakan tarian yang indah. Gerakan-gerakan yang diciptakan juga merupakan implementasi dari keindahan burung Cendrawasih. Lihat saja sayapnya (eh, ekornya. XD), warnanya kuning terang dan ketika diangkat dan dibawa bergerak memutar, jadinya bagus banget. Saya aja masih suka streaming Youtube tentang tari Cendrawasih soalnya memang indah banget. Jadi nggak sabar nunggu video tarian saya dirilis.
Ada satu gerakan tari Cendrawasih yang tidak saya temui di tari Bali yang lain. Yaitu
pointe. Apa itu pointe? Yang sudah biasa nari balet pasti tahu.
Pointe itu adalah suatu teknik posisi kaki yang dipakai untuk jinjit maksimal! Dalam posisi pointe itu, penari balet dapat melakukan gerakan memutar dan meloncat dengan indah. Dalam tari Cendrawasih juga begitu, Jeng. Ada beberapa gerakan yang mengharuskan melakukan posisi pointe sambil memutar. Gerakan ini makin susah dilatih ketika kita juga diwajibkan untuk menggerakkan mata, menyetabilkan tubuh dan juga menjaga agar posisi
mendhak agem tetap sempurna. Pokoknya T.O.P banget deh untuk Ibu
N.L.N.
Swasthi Wijaya Bandem yang berhasil melakukan inovasi memasukkan ragam gerakan balet dalam tari Cendrawasih.
Di bawah ini adalah foto grup penari Cendrawasih..
Well, well, well, karena ini adalah blog saya, jadi boleh dong, saya pajang foto-foto saya berkostum Cendrawasih? :D
NB : Saya tambah gemuk. Berat badan naik 4 kilo. Pipi saya tambah cabi dan lengan saya jadi lumayan agak berisi.
Terimakasih untuk :
- Mba Ni Luh Putu Wiardani Astuti, pelatih tari Bali kami.
- Mas Aji, udah nonton dan traktir mie ayam.
- Mas Anam dan Mas Oki, juga udah nonton dari pagi.
- Pohon kembang kamboja depan rumah.
- Mba Ari, Ajeng, Ana, Tika, Irma, Ayu, Dita, Sekar, Tata, temen satu kelompok tari.
- Sanggar tari Pradnya Widya UNY.
Enjoy my posting,
@andhikalady