Lihat baik-baik foto di atas. Yang memegang selendang itu
adalah saya, di samping kanan dan kiri yang membawa bokor itu adalah kawan
saya. Ceritanya kami sedang berlatih tari Bali Minggu siang. Saya membawakan
tari Cendrawasih dengan properti selendang, sedangkan dua kawan saya membawakan
tari Sekar Jagat. Kita bertiga berfoto
bersama di taman depan sanggar. Tapi tahukah kamu, kalau di foto atas itu ada
yang aneh? Latihan tari kok panas-panasan begitu sih? Apa tidak takut hitam?
Apa tidak makin keringatan berpanas-panasan? Lhawong menari saja sudah bikin
keluar keringat to the max, apalagi ini ditambahn panas-panas. Atau memang saya dan kawan-kawan itu kurang
kerjaan?
Ada benarnya juga kalau kami kurang kerjaan. LOL. Tapi
intinya, itu bukan sekedar saya dan kawan-kawan sedang bernarsis ria di taman
sambil berpanas-panasan di bawah matahari siang bolong. Foto di atas adalah
semacam manifestasi betapa kita sangat tidak mungkin menghindari sinar
matahari. Katakanlah saya dan kawan-kawan cuma butuh sepuluh menit untuk mengambil foto di
taman. Gaya - jeprat - jepret - selesai . Tapi apakah kita cuma sepuluh menit saja waktu yang kita pakai untuk ketemu matahari?
Saat pagi hari keluar rumah, kita langsung disambut terpaan
vitamin D dari matahari pagi. Ketika siang, terpaan vitamin D dari sinar matahari yang kita tempa di pagi
hari berangsur berubah menjadi sinar yang terik. Intensitas sinar Ultra Violet juga
makin meningkat. Jika terpapar kulit dalam jangka waktu lama, peningkatan intensitas sinar ini
berpotensi menciptakan efek kulit terbakar sinar matahari (sunburn) dengan ciri-ciri kemerahan rupa terbakar di kulit. Untung
tubuh kita memiliki mekanisme perlindungan yang hebat. Bagaimana cara tubuh melindungi diri? Caranya yaitu
kulit membuat semacam tameng dengan cara membentuk melanin penangkal sinar
Ultra Violet setiap kali terkena. Efek samping dari perlindungan jangka panjang ini adalah kulit menjadi lebih
menggelap karena proses pigmentasi. Skenario ini secara otomatis dilakukan oleh
kulit setiap kali tubuh tertimpa sinar Ultra Violet. Jika kita terkena matahari kurang
lebih tiga jam sehari, tinggal hitung saja berapa kali lipat kemungkinan kulit
berpigmen akibat proses perlindungan yang dilakukan. Makin tanner? Iya. Makin cokelat? Iya. Tapi itu masih mending, yang paling parah adalah terjadinya sunburn, yaitu kulit kemerahan melepuh karena terbakar sinar matahari. Hiii, nggak mau kan?
Sebenarnya kemampuan kulit normal manusia berbeda-beda dalam menangkal sinar UV. Menurut sumber ini, ukuran ketahanan manusia terhadap sinar UV dapat dilihat dari warna kulit, warna rambut dan warna mata. Secara singkat, datanya adalah sebagai berikut :
1. Kulit cerah, rambut pirang kemerahan, mata biru/hijau bertahan 10 - 20 menit.
2. Kulit putih, mata biru/kecokelatan, rambut pirang bertahan 15 - 30 menit.
3. Kulit kuning langsat, rambut cokelat, mata cokelat bertahan 20 - 40 menit.
4. Kulit cokelat muda, rambut hitam, mata cokelat tua bertahan 25 - 50 menit.
5. Kulit sawo matang, rambut hitam, mata cokelat bertahan 30 - 60 menit.
5. Kulit sawo matang, rambut hitam, mata cokelat bertahan 30 - 60 menit.
6. Kulit hitam, mata hitam, rambut hitam bertahan 40 - 74 menit.
Jika dikomparasi dengan keadaan kulit wanita Indonesia, kita berada di posisi nomor 4 - 5 atau memiliki ketahanan sekitar 40 menit perlindungan alami kulit. Nah, kulit sudah berbaik hati melindungi tubuh kita. Senang
kan? Giliran kita dong, yang bantu kulit untuk meringankan beban kerjanya
sebagai pelindung tubuh. Ada banyak caranya, di antaranya mengkonsumsi vitamin
yang baik untuk kulit, memberinya pelembap, dan yang paling penting adalah
mengolesinya dengan Hand & Body Lotion (atau bisa juga disebut lotion saja)
yang memiliki perlindungan optimal sepanjang hari dengan extra protection terhadap
sinar UV.
Apa ciri-ciri lotion yang memiliki bahan perlindungan
terhadap sinar UV? Yang paling mudah diamati adalah tertulis terdapat
kandungan SPF (Sun Protection Factor) di dalamnya. SPF ini merupakan bahan
aktif yang melindungi kulit dari sinar Ultra Violet yang berpotensi merusak
kulit. Bahan utama yang lazim digunakan sebagai materi SPF adalah TitaniumDioxide, Zinc Oxide atau kombinasi keduanya. Cara kerja tabir surya beragam, ada yang berfungsi sebagai sunscreen yang menyerap sinar UV dan sunblock yang secara kimiawi menangkis sinar UV. SPF memiliki bilangan yang
menyatakan tingkat perlindungan kulit dalam kelipatan. Sebagai contoh, jika dalam keadaan normal
seseorang dapat mengalami sunburn dalam waktu satu jam, pengaplikasikan
tabir surya ber-SPF 15 dapat membantu orang tersebut bertahan lima belas jam di bawah
matahari. (Sumber). Jika dihitung berdasar kemampuan kulit wanita Indonesa yang memiliki ketahanan rerata 40 menit, maka SPF 15 mampu melindungi kulit kita sebanyak 15 x 40 atau sekitar 600 menit atau 10 jam!! Itu sudah cukup banyak sodara-sodaraa.. :D
Saya berkesimpulan sendiri, kulit orang Indonesia sebenarnya tidak perlu lotion dengan SPF banyak-banyak (tapi ini kesimpulan saya sendiri lho ya). Kulit kita kan sudah cukup berpigmen dengan rerata warna kulit variatif dari kulit putih hingga kecokelatan. Dengan asumsi matahari bersinar sekitar 12 jam dan tidak setiap saat kontak dengan sinar matahari langsung, jika touch up lotion dimisalkan dua kali sehari, dengan SPF 15 saja sudah cukup terlindung lho.
Kemudian saya juga dikejutkan oleh hasil Googling ke sana ke mari yang menyatakan bahwa perlindungan SPF 15 tidak begitu berbeda dengan perlindungan SPF yang jauh di atasnya. Lihat saja grafik berikut ini :
![]() |
| Sumber |
Wow, saya kira, makin tinggi angka SPF, makin tinggi pula tingkat perlindungan. Ternyata pola perlindungan berada pada titik balik di angka 15 sodara Jenganten! Menurut penelitian tersebut, intinya SPF 15 mampu melindungi sebanyak 94% paparan sinar Ultra Violet, tidak jauh berbeda dengan nilai SPF yang jauh di atasnya. Horee! Berati kesimpulan pribadi saya yang sudah disebutkan di atas tidak sepenuhnya salah dong.
Ngomong-ngomong lotion ber-SPF, saya sudah lama menjadi
pengguna tetap Hand & Body Lotion Marina. Dahulu, yang saya pakai adalah
Marina UV White Radiant. Tapi begitu Marina mengeluarkan produk baru dengan
tambahan perlindungan SPF 15, PA+, plus Yoghurt, saya langsung tertarik. Seperti
review sebelumnya, saya juga suka lotion Marina yang ini. Ada beberapa alasan yang membuat
saya suka lotion Marina yang ini :
- Aromanya lembut dengan ketegasan yang tidak mengganggu. Beberapa lotion yang pernah saya pakai memiliki aroma yang cukup keras dan mengganggu. Saya pribadi cenderung menyukai lotion yang wanginya lembut dan soft. Apalagi untuk lotion ber-SPF. Sebaiknya memang memilih lotion yang aromanya seminimalis mungkin.
- Lotion Marina memiliki varian kemasan yang cukup banyak. Ada yang ukuran kecil untuk dibawa traveling, ada pula ukuran jumbo yang dapat disimpan manis di meja rias. Variasi ini secara langsung mempermudah saya memanajemen penyimpanan lotion untuk kulit. Jadi bisa touch up lotion di mana saja deh. :)
- Tekstur lotion Marina sangat lembut dan mudah meresap di kulit. Cobalah ambil lotion secukupnya dan oleskan ke kulit, tunggu sebentar. Ternyata tidak sampai 30 detik, seluruh lotion sudah rata dan terserap ke kulit dengan sempura. Nah ini membuat saya senang, karena memperkecil effort dalam ritual memakai lotion. Tinggal keluarkan lotion dari kemasan, oles sana, oles sini, dan tuingg, langsung terserap dan lembap seketika. Simpel dan praktis.
- Terbukti membuat kulit saya lebih cerah. Saya berani menulis ini sebenarnya bisa jadi terdapat dua kemungkinan : perlindungan lotion Marina memang bagus sehingga kulit saya yang dari sononya putih (uhuk) tidak berubah menggelap, atau memang kulit saya yang sempat kusam kegelapan berubah menjadi lembap dan cerah. Tapi intinya kulit saya sudah jarang belang lagi karena rutin pakai lotion Marina setiap hari.
- Memiliki bahan perlindungan dan perawat kulit yang optimal. Di antaranya saja SPF15 yang optimal melindungi 94% paparan dari sinar UV. PA+ yang membantu menghambat proses penggelapan kulit. FYI, lotion baru dapat optimal melindungi kulit kalau sudah tersedia dua bahan aktif ini (SPF dan PA+). Selain itu lotion Marina juga dilengkapi dengan bahan alami yang mampu meratakan dan mencerahkan warna kulit seperti Yoghurt dan Vitamin B3. Serta Vitamin E dan moisturizer yang membantu merawat kulit senantiasa halus dan lembut.
- Harga lotion Marina sangat-sangat-sangat terjangkau. Saya mencoba membandingkan harga lotion yang ada di supermarket dengan taraf kualitas yang hampir setara (memiliki kandungan SPF 15, PA+ dan bahan aktif hampir serupa), lotion Marina-lah yang harganya paling terjangkau.
Karena matahari tak perlu ditakuti dan berjalanlah di
bawahnya dengan percaya diri.
Disclaimer : Tulisan ini adalah tulisan saya sendiri. Semus isi tulisan adalah di luar tanggung jawab PT. Barclay Tempo Scan Pacific dan Marina dengan semua asetnya





beramai ramai pakai marina \:D/ lengkap banget reviewnyaa
ReplyDeleteYuk, ramai2. Hihi. Aku emang pengguna tetap Marina Jeng...
Deletemakasih review nya.. mantep deh..
ReplyDelete:-D
Sama-sama Jeng.. :D
DeleteIya say enak pake marina.. Dia ringan gitu, ga thick, jadinya kalo panas" ga lengket deh.. Paling suka tuh yg biruuu yg milk.. :D
ReplyDeleteIya bener, yang biru paling melembapkan menurutku. Tapi dia ga SPF 15. Kalau mau keluar lebih suka yang SPF 15. :)
Deletekeren reviewnya kak, aku juga pakai marina ;)
ReplyDeleteSama-sama cantikk.. :D
Deletewah, tu halamannya UNY banget, jadi kangen saya hehehehe
ReplyDeleteHihi, pasti alumni UNY yaa... :D
Delete