Noo, saya bukan sedang akan mereview salah satu judul film
action ataupun sebuah sinetron seri yang sedang tayang di tivi setiap pukul
lima sore. *buset, apal banget ya, saya sama jam tayang sinetron?*
Ngomong-ngomong, saya mau pendapat sesuatu nih, tentang
sinetron. Menurut saya, sinetron tidak selamanya shitnetron. Lha buktinya,
keberadaan sinetron mampu memberi rejeki banyak orang. Ya artis-artisnya,
kru-krunya yang kerja 24 jam sehari, artis-artis yang jadi bintang iklan, figuran-figuran,
MUAnya, penata kostumnya, dll. Mereka bekerja untuk sebuah tayangan yang kadang
menurut kita sampah tapi ternyata menjadi sumber nafkah untuk mereka. Apa kita
nggak ngerasa rugi, setiap hari nyinyirin sinetron? Nggak dibayar juga. #eh
Oke, baiklah, menuju topik tentang Paris. Di sini, saya ingin
menjawab beberapa permintaan untuk hijab tutorial. Kok hijab tutorial? Katanya
Paris? Paris yang di Perancis itu kan? Oooh, bukan Jenganten. Paris yang
dimaksud di sini adalah kain kerudung paris. Entah bagaimana asal-muasalnya
kain itu disebut sebagai kain paris pun saya kurang tau. Yang jelas, selama ini
kain kerudung ini terkenal dengan nama kain paris. Ciri-ciri kain paris adalah
bertekstur lembut, mudah diatur, tapi tidak selemas sutera sehingga masih dapat
dibentuk untuk mengerudungi kepala dengan rapi. Keuntungan lainnya adalah kain
paris tidak terlalu tebal sehingga ketika dipakai tidak terasa panas atau
sumuk. Hehe.
Beberapa tahun yang lalu, kain paris sempat menjadi primadona
bagi cewek berkerudung. Bahkan ada istilah “nggak punya kerudung paris, nggak
gaul”. Saya sendiri termasuk golongan penggemar kerudung paris lho. Hampir
setiap membeli baju baru, saya pasti membeli kain paris baru yang berwarna
sama. Kalau ditotal, mungkin sudah ada belasan kerudung paris yang nyantol di
gantungan baju saya di lemari. Kenapa bisa membeli banyak? Karena kerudung
paris harganya murah meriah. Pilihan warna banyak, dan dapat dibawa pulang
dengan harga sepuluh ribu saja.
Tapi, semenjak komunitas Hijaber mulai naik daun dan memenuhi
jalanan, mal, blog-blog, hingga dunia perkantoran dan perkampusan, kerudung
paris sedikit demi sedikit ditinggalkan dan berganti menjadi pashmina panjang.
*saya termasuk yang terkena efek hijaber yang dan menyimpan sekitar empat atau
lima pashmina*. Bahkan gaya berhijab makin variatif. Coba saja ke toko jilbab
(kalau di Jogja itu semisal Karita, Pands, Ababil, Raja Murah, Beringharjo
lantai 3, dll), model jilbab a la Syahrini sampai Ashanti ada semua. Ada model
hoodie, model tie dye Dian Pelangi, ninja anti tembem, rajut, dan lain-lain,
dan lain-lainnya lagi. *karena banyak biyanget*.
Masalahnya adalah, ketika model kerudung makin berubah silih
berganti, kerudung paris yang sudah kadung saya koleksi sebanyak jibun itu mau
diapakan? Ehm, kalau saya sih, seringnya dipakai kerudungan versi males. Tapi,
kadang kepingin juga kan, bergaya dikit pakai paris?
*gaya dulu pakai kerudung paris. Ke Parisnya kemudian. Hehe.
Aamiin*
Well, saya mau share dua, eh tiga tipe berkerudung paris
versi saya sendiri.
Apa yang dipersiapkan?
- Rambut yang sudah terikat di kepala. Kalau tidak punya cukup rambut panjang, dapat menggunakan bantalan atau hairnet.
- Inner ninja.
- Peniti.
- Bros ukuran besar. Saya ulangi lagi, ukuran BESAAAR!
Kenapa? Karena bros berukuran besar mampu mengimbangi warna kerudung paris yang
rata-rata polos. Bros besar ini dapat berupa bros rajut, bros logam, perak,
tembaga, plastik, apapun pokoknya yang berukuran besar minimal berdiameter 5cm.
- Langkah-langkahnya?
Versi 1. Versi Paris Segitiga
- Pakai inner ninja, masukkan ke kerah baju.
- Lipat kerudung paris menjadi bentuk segi tiga dan kerudungkan ke kepala.
- Sematkan jarum pentul di kepala. (ditusuk ke arah rambut lho ya, bukan ke kepala, emangnya Sundel Bolong?)
- Tari kedua ujung kerudung ke arah belakang.
- Ikat kedua ujung kerudung di belakang kepala.
- Sematkan bros yang manis di salah satu sisi.
- Done!
Versi 2. Versi Paris Segi Empat.
- Kenakan inner ninja, masukkan ke krah baju.
- Siapkan kerudung paris segi empat.
- Ambil salah satu sisinya, kerudungkan ke kepala.
- Satukan kedua ujung kerudung ke bagian tengkuk, semati dengan bros mini.
- Ambil salah satu ujung kerudung.
- Putarkan ke kepala sebagai layer lapisan pertama.
- Sematkan bros besar di salah satu sisi untuk memperkuat posisi kerudung.
Versi 3. Masih jenis Paris Segitiga.
- Pakai inner ninja, masukkan ke krah baju.
- Lipat kain paris menjadi bentuk segi tiga.
- Kerudungkan kain paris ke kepala, dengan satu sisi dibiarkan keluar melalui leher.
- Ambil sisi yang lainnya, sematkan di bagian telinga, sematkan bros besar.
- Done.
Contoh hasil kreasi Paris :
Jilbab Paris juga dapat dikreasikan menjadi begini-begini =
 |
| Yang ini sama dengan Versi 1 di atas, hanya tidak disemati bros. |