Aslinya saya bukan penari. Menurut saya, penari itu adalah orang yang profesinya adalah menari dan berseni. Penari mencari nafkah dengan menari. Sementara saya? Cari nafkahnya dengan jual diri. #winkk
Oke, jual diri maksudnya adalah merelakan diri dimanfaatkan kemampuannya untuk cari nafkah.
Karena saya orangnya suka terpesona sama hal-hal seni, ditambah saya pun memiliki minat yang terbumbui racun salah satu teman saya, sayapun meniatkan diri belajar menari. Bukan mempelajari loh ya. Menurut saya, belajar dan mempelajari memiliki pengertian yang berbeda. Belajar itu adalah melatih diri terhadap suatu pengetahuan atau ketrampilan. Sementara mempelajari itu, selain dia belajar, juga memperkaya pengetahuan diri dengan mengapa, bagaimana dan apa alasan dia harus belajar.
Kalau dilihat dari ketangguhan ilmunya sih, jelas mempelajari jauh lebih berat dibanding belajar.
~buset omongan saya sudah macam bahasa skripsi saja~
Jadi intinya, saya belajar tari Bali.
Nah, kali ini saya mau share bagaimana proses dandan penari secara umum. Pada dasarnya, persiapan pra tari tradisional itu jauh lebih rempong dibanding persiapan untuk modeling, pemotretan, dsb.
@andhikalady
Oke, jual diri maksudnya adalah merelakan diri dimanfaatkan kemampuannya untuk cari nafkah.
Karena saya orangnya suka terpesona sama hal-hal seni, ditambah saya pun memiliki minat yang terbumbui racun salah satu teman saya, sayapun meniatkan diri belajar menari. Bukan mempelajari loh ya. Menurut saya, belajar dan mempelajari memiliki pengertian yang berbeda. Belajar itu adalah melatih diri terhadap suatu pengetahuan atau ketrampilan. Sementara mempelajari itu, selain dia belajar, juga memperkaya pengetahuan diri dengan mengapa, bagaimana dan apa alasan dia harus belajar.
Kalau dilihat dari ketangguhan ilmunya sih, jelas mempelajari jauh lebih berat dibanding belajar.
~buset omongan saya sudah macam bahasa skripsi saja~
Jadi intinya, saya belajar tari Bali.
Sebenarnya menari itu cuma sebentar. Paling-paling lima
hingga lima belas menit di atas panggung. Tapii, proses latihan, rias dan
kostumnya itu sungguh lama. Dari latihan, kita harus merelakan tubuh
pegal-pegal karena memperagakan agem dan melentikkan jari. Pun tidak cukup
waktu sehari-dua. Butuh berbulan-bulan untuk dapat menguasai satu tarian dengan
baik. Tari Oleg saja, saya butuh waktu lima bulan baru boleh melakukan ujian.
Nah, kali ini saya mau share bagaimana proses dandan penari secara umum. Pada dasarnya, persiapan pra tari tradisional itu jauh lebih rempong dibanding persiapan untuk modeling, pemotretan, dsb.
- Tubuh. Jika kostumnya memperlihatkan kulit, tubuh penari terlebih dahulu diluluri dengan foundation atau bedak kocok. Lebih bagus lagi jika foundation yang dipakai memiliki shimmer, sehingga ketika tertimpa cahaya, kulit penari itu terlihat bersinar.
- Jari. Kebanyakan penari memoles kukunya terlebih dahulu untuk menambah kesan cantik. Biasanya warnanya disesuaikan dengan karakter tarian yang dibawakannya. Misal peran antagonis, warna kuku yang dipakai adalah hitam. Untuk peran protagonist, cukup warna merah atau pink.
| Polish kuku dengan cat merah |
- Shaving. Hmm, bagi yang memelihara,,errr, bulu-bulu di bagian tubuh tertentu. Penari itu harus melakukan shaving dulu. (Kecuali penari itu adalah penari cowok yang memerankan Hanoman. Itu bulu dadanya bisa dibiarin panjang. Eh)
- Make up wajah. Ini bagian yang cukup rempong. Setiap tarian memiliki ciri khas makeup yang berbeda-beda. Pembedanya tergantung dari asal tarian, karakter yang dibawakan dan perannya di tarian.
- Ciri khas rias tari Bali adalah eyeshadow warna pink, kuning dan biru. Ditambah titik di antara dua mata, dan masing-masing tiga titik putih di pelipis mata.
- Untuk tari Jawa, kebanyakan yang dipakai adalah biru, cokelat dan emas. Belum lagi ditambah pakem look tarian seperti alis menjangan, paes, dll.
- Ramuan makeup bisa memakai merk apapun asal berkualitas. Syarat makeup panggung untuk tarian konsepnya adalah : harus cerah, harus mencolok, warna harus kontras, dan mimik mukanya tegas. Jadi sudah bukan saatnya lagi pakai makeup natural. Kenapa banyak Beauty Blogger bilang alat makeup adalah alat Lenongan? Mungkin itu maksudnya adalah alat yang dipakai untuk menari. Padahal makeup tari tidak senatural makeup sehari-hari.
- Kemarin saya sempat mengira traincase yang dipakai MUA adalah makeup mahal macam produk impor, tapi ternyata yang dipakai apa saudara? E.s Sariayu Merak Kasmaran, Kelimutu, Inez, Mirabella, bedak Viva dan sederet merk makeup lokal yang kualitasnya terjamin. Satu-satunya produk impor yang dipakai adalah foundation Kryolan. Meski begitu, makeup yang saya pakai tetap dapat bertahan berjam-jam tanpa touch up plus ditambah keringatan sehabis menari.
- Hair do. Kostum boleh mirip-mirip, tapi hair do harus berbeda beda.
- Hair do khas Bali berciri hiasan gelung dan udeng berwarna emas, cemara rambut, dengan hiasan bunga kamboja pada mahkota atau rambutnya. Contohnya Tari Pendet, hairdo terdiri dari cemara rambut yang diuntai ke bahu, dan dihiasi dengan kamboja dan konde emas untuk mempercantik tampilan. Untuk tari Oleg, penari mengenakan cemara dan mahkota warna emas plus konde-konde yang ditusukkan ke rambut.
- Hair do tari Jawa bermacam-macam. Rata-rata menggunakan melati dan sanggul. Ada pula mahkota berbulu, berkepala merak, dan lain-lain. Jika tari Bali rata-rata menggunakan bunga Kamboja, maka tari Jawa menggunakan Melati.
- Kostum. Tidak kalah rempong dengan hair do dan makeup, di sini saya akan share tata kostum tari Oleg Bali :
- Get ready dengan long torso/korset/strapless. Adakah yang tidak tau Long Torso itu apa? Dia adalah semacam korset yang memiliki wadah payudara. Kenapa penari harus pakai? Tentu saja untuk menjaga agar payudara tidak bergeser, terangkat dan berisi. #eh.
- Memakai kain tenun Bali untuk bawahan yang berciri khas menyapu lantai, kemudian pakaikan stagen. Stagen dipakai sampai menutup dada lho.
- Setelah lapisan stagen 1, dilanjutkan dengan pemasangan stagen 2. Stagen 2 adalah stagen busana Bali yang berciri warna emas, tipis dan panjangnya bisa mencapai 3 meter. Stagen ini dililitkan kencang sekali (I mean, kencang sekali!!) ke tubuh penari supaya hasil kembenan tidak melorot.
- Lengkapi dengan sampur berwarna kuning.
- Tambah aksesori kalung gold, hiasan pinggang (saya lupa namanya), hiasan lengan.
| Sesama penari saling membantu memakaikan kostum. Err, dek bercelana kuning, saya ijin pasang fotomu dari belakang yaa.. >.< |
~kalau dihitung-hitung,
jumlah lapisan yang dipakai untuk melilit tubuh penari Bali itu ada, errr,
empat lapis!! Bayangkan cwiiin~
Setelah kostum, hair do, make up siap, barulah si penari bisa
menari. Look seperti ini bisa dibayangkan kan ribetnya gimana.
| Bersama sesama rekan penari Oleg. |
Meski kelihatannya ribet, tapi saya tetap senang
melakukannya. Pokoknya apapun yang berbau budaya tradisional, saya pasti suka.
Seandainya ada yang menawari saya belajar alat musik Rindik atau Sasando, pasti
saya senang banget. Sayangnya di Jogja belum ada kelas musik tradisional itu.
Adapun baru sebatas angklung dan gamelan Jawa.
| Jenganten Sekararum juga nonton lhoo. |
Selain menari, saya juga suka mempelajari filosofi
masing-masing tarian. Kalau kata orang, “di balik sebuah lagu, ada kisah yang
ingin disampaikan”, begitu pula dengan tarian. Tari Oleg Tambulilingan adalah
tarian yang menggambarkan romantisme, keceriaan dan pengharapan akan datangnya
seorang kekasih (yeah, mirip-mirip gitu sama kisah saya). Penggambaran itu
dilambangkan dengan tarian sepasang lebah yang sedang menari di sebuah taman
(Tambulilingan : lebah). Tari Oleg ini, awalnya diciptakan oleh Ketut Mario
pada tahun 70an. Tarian ini juga kerap dipentaskan pada upacara pernikahan adat
Bali.
| Pose Penari Galau. |
| Saya dengan pasangan tari saya. Say Hello untuk mbak @ajenksanti |
Tari Oleg ditarikan berpasangan. Penari wanita menari lebih
dulu, kemudian setelah beberapa menit, penari prianya datang. Penari wanita
dicirikan menggunakan sampur dan penari pria membawa kipas. Sampur
direpresentasikan sebagai sayap kumbang yang sedang beterbangan. Anw, saya
punya satu penari Oleg favorit saya, beliau bernama Ni Ketut Sri Laksmi, video
tari Olegnya sudah saya tonton berulang kali. Gerakan tarinya luwes bangettt :
~bersamaan dengan ini
saya mau minta tolong, jika ada pembaca blog saya yang kenal dengan beliau,
saya kepingin banget dikenalin. Suwer deh. Saya kepingin belajar banyak tentang
filosofi tarian Bali~
Pada dasarnya saya suka banget kesenian khas Indonesia.
Beruntung banget saya tinggal di kota yang hampir setiap minggu ada event
kesenian. Semacam pentas tari, musik, festival, kirab budaya dan sebagainya. Kebetulan
yang paling saya minati saat ini adalah tari Bali. Tapi tidak menutup
kemungkinan suatu saat saya tertarik dengan tarian lain. Buat saya, belajar
seni itu menyenangkan lho. Entah itu tarian, musik tradisional, seni sastra, batik,
bahkan makeup! Saya punya blog ini salah satu tujuannya adalah menyalurkan
keinginan untuk belajar seni makeup.
Aniway, yang sering menyebut alat makeup sebagai alat
Lenongan itu pada bisa tari Lenong nggak ya? Ini nih, saya kasih contoh video
Tari Lenong :
Keterangan :
Sebenarnya saya sudah cerita tentang tari Oleg Tambulilingan di sini. Tapi kok mendadak jadi ingin cerita lagi di sini. Terutama seputar makeup dan behind the scene.
@andhikalady

















