Bonita Destiana
Muhammad Rizki Aji
Rosyida Ramadhani
Deti Lestiyorini
Andhika Lady Maharsi
PAPARAN KASUS
Garuda menyatakan tengah menerapkan sistem teknologi baru yang disebut sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operasional Control System/IOCS) yang mengintegrasikan pergerakan pesawat, awak kabin, dan penjadwalan.
Sistem baru itu untuk mengatur kegiatan penerbangan dengan melibatkan 81 pesawat, 580 penerbang, 2.000 awak kabin serta frekuensi penerbangan mencapai 2.000 setiap pekan tersebut dilakukan sebagai bentuk efisiensi.
Dengan munculnya kerusakan sistem baru itu yang berujung pada penundaan dan pembatalan rute penerbangan, maka telah membuat citra negatif bagi maskapai plat merah tersebut di mata publik.
Walhasil di mata kalangan pebisnis dalam dan luar negeri adalah timbul rasa kurang percaya terhadap kinerja maskapai itu, sehingga mereka yang berminat bisa berbalik arah.
Kemungkinan lain, kondisi kerusakan sistem operasi itu bisa menurunkan nilai saham yang nantinya ditawarkan ke publik sehingga suntikan modal melalui IPO yang diharapkan berkisar 300-400 juta dolar AS tidak tercapai.
Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, sebelumnya memperkirakan kerusakan sistim teknologi informasi IOCS masih terus berlanjut dalam satu atau dua hari ke depan karena sistem baru itu berada dalam kondisi 80 persen normal.
Akibatnya pada Selasa, (22 November), sedikitnya 13 penerbangan domestik Garuda untuk enam kota tujuan dibatalkan yakni Kuala Lumpur satu kali, Medan dua kali, Palembang empat kali, Semarang tiga kali, Ujung Pandang satu kali dan Surabaya dua kali.
HASIL DISKUSI
Dari paparan kasus di atas, tentunya timbul beberapa permasalahan yang perlu diupayakan solusinya. Berikut hasil diskusi kelompok kami mengenai permasalahan yang dihadapi oleh maskapai penerbangan di atas.
Bagaimana cara memperbaiki image perusahaan yang telah terlanjur rusak
Dari permasalahan di atas tentunya membawa dampak yang negatif bagi citra perusahaan maskapai penerbangan terhadap masyarakat, oleh karenanya pihak perusahaan hendaknya melakukan beberapa hal guna memperbaiki atau bahkan mengembalikan image perusahaan yang sudah terlanjur rusak dengan :
1. Membuat permintaan maaf di media massa;
2. Melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi masalah yang ada;
3. Membuat iklan tentang diperbaharuinya sistem dan jaringan sistem baru yang lebih valid dan aman;
4. Mengganti atau mengembalikan tiket 2 kali lipat;
5. Merecovery kerugian yang sudah terjadi dengan meningkatkan pelayanan.
Bagaimana cara membuat sistem informasi yang handal
Konsep Dasar Sistem Informasi
Pada saat ini dunia industri dan bisnis memerlukan informasi yang tepat, cepat dan relevan. Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan tentunya harus menggunakan sistem informasi. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya
Menurut Mc leod : Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :
• harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
• harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan / pengambilan keputusan
• harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan
• harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.
Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
• Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
• Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan
• Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
• Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi.
Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi mempunyai enam buah komponen atau disebut juga dengan blok bangunan (building block), yaitu :
(1) Komponen input atau komponen masukan
(2) Komponen model
(3) Komponen output atau komponen keluaran
(4) Komponen teknologi
(5) Komponen basis data
(6) Komponen kontrol atau komponen pengendalian.
Keenam komponen ini harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan. Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya, yaitu menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat. Komponen-komponen dari sistem informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut ini :
1. Blok Masukan (Input Block)
Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. Blok Model (Model Block)
Kombinasi prosedur, logika, dan model matemetik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diingiinkan
3. Blok Keluaran (Output Block)
Keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem
4. Blok Teknologi (Technology Block)
Teknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sistem informasi.
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh
5. Blok Basis Data (Database Block)
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6. Blok Kendali (Control block)
Beberapa pengendalian yang dirancang secara khusus untuk menanggulangi gangguan-gangguan terhadap sistem
Selain itu, diperlukan beberapa hal guna memenuhi Sistem Informasi yang handal yakni:
1. membuat hak / privilage yang terstruktur
2. mudah saat melakukan maintenance sistem
3. SDM yang memadai
4. backup data
Bagaimana migrasi pergantian sistem yang aman
Dalam bidang ICT adalah suatu hal yang normal bahwa saat melakukan suatu transisi dari sistem lama ke sistem yang baru lalu terjadi hal yang disebut down curve (penurunan kinerja karena transisi tersebut, untuk melakukan transisi tersebut biasanya yang harus dimatangkan adalah hal-hal berikut:
1. Change Management. Yaitu pengelolaan tahap perubahan termasuk di dalamnya semua plan (Plan A, B, C etc), penetapan point of no return, fallback plan, failure handling dan lainnya.
2. Transition Process. Menggabungkan 3 hal menjadi satu sekaligus adalah hal yang sangat berisiko seyogyanya hal yang umum dilakukan adalah melakukan transisi secara gradual (bertahap). Misalnya melakukan 2 modul dulu, setelah hasilnya mulus baru digabungkan dengan modul satunya lagi.
3. Parallel Run. Yaitu suatu langkah dimana sambil transisi dilakukan sistem lama tetap berjalan dan digunakan, lalu setelah sistem yang baru siap segera dilakukan peralihan ke sistem baru namun sistem lama tetap berjalan sebagai langkah antisipatif dan backup bila ternyata ada kendala setelah migrasi (post migration failure). Bila sistem baru telah benar-benar lancar baru sistem lama dimatikan karena sudah tergantikan.
4. Periods Selection. Bila perubahaan ini dilakukan sekarang seharusnya berarti memang saat ini adalah periode yang paling sepi (off peak) karena pada off peak season risiko bisa ditekan seminimal mungkin, bila tidak maka perencanaan ini sudah termasuk gagal dan terlalu berani ambil risiko.
Selain itu sewajarnya perubahan sistem tersebut dilakukan pada larut malam hari atau masa yang paling sedikit imbasnya kepada pelayanan publik, bukan siang hari seperti ini.
5. Trial Test. Yaitu simulasi untuk latihan melakukan perubahan sehingga semua pihak benar-benar siap dan paham apa tugasnya.
6. Coordination. Berkodinasi dengan semua pihak terkait termasuk pihak ketiga yang mungkin akan terkena imbasnya sehingga bisa bersiap diri.
Muhammad Rizki Aji
Rosyida Ramadhani
Deti Lestiyorini
Andhika Lady Maharsi
PAPARAN KASUS
Garuda menyatakan tengah menerapkan sistem teknologi baru yang disebut sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operasional Control System/IOCS) yang mengintegrasikan pergerakan pesawat, awak kabin, dan penjadwalan.
Sistem baru itu untuk mengatur kegiatan penerbangan dengan melibatkan 81 pesawat, 580 penerbang, 2.000 awak kabin serta frekuensi penerbangan mencapai 2.000 setiap pekan tersebut dilakukan sebagai bentuk efisiensi.
Dengan munculnya kerusakan sistem baru itu yang berujung pada penundaan dan pembatalan rute penerbangan, maka telah membuat citra negatif bagi maskapai plat merah tersebut di mata publik.
Walhasil di mata kalangan pebisnis dalam dan luar negeri adalah timbul rasa kurang percaya terhadap kinerja maskapai itu, sehingga mereka yang berminat bisa berbalik arah.
Kemungkinan lain, kondisi kerusakan sistem operasi itu bisa menurunkan nilai saham yang nantinya ditawarkan ke publik sehingga suntikan modal melalui IPO yang diharapkan berkisar 300-400 juta dolar AS tidak tercapai.
Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, sebelumnya memperkirakan kerusakan sistim teknologi informasi IOCS masih terus berlanjut dalam satu atau dua hari ke depan karena sistem baru itu berada dalam kondisi 80 persen normal.
Akibatnya pada Selasa, (22 November), sedikitnya 13 penerbangan domestik Garuda untuk enam kota tujuan dibatalkan yakni Kuala Lumpur satu kali, Medan dua kali, Palembang empat kali, Semarang tiga kali, Ujung Pandang satu kali dan Surabaya dua kali.
HASIL DISKUSI
Dari paparan kasus di atas, tentunya timbul beberapa permasalahan yang perlu diupayakan solusinya. Berikut hasil diskusi kelompok kami mengenai permasalahan yang dihadapi oleh maskapai penerbangan di atas.
Bagaimana cara memperbaiki image perusahaan yang telah terlanjur rusak
Dari permasalahan di atas tentunya membawa dampak yang negatif bagi citra perusahaan maskapai penerbangan terhadap masyarakat, oleh karenanya pihak perusahaan hendaknya melakukan beberapa hal guna memperbaiki atau bahkan mengembalikan image perusahaan yang sudah terlanjur rusak dengan :
1. Membuat permintaan maaf di media massa;
2. Melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi masalah yang ada;
3. Membuat iklan tentang diperbaharuinya sistem dan jaringan sistem baru yang lebih valid dan aman;
4. Mengganti atau mengembalikan tiket 2 kali lipat;
5. Merecovery kerugian yang sudah terjadi dengan meningkatkan pelayanan.
Bagaimana cara membuat sistem informasi yang handal
Konsep Dasar Sistem Informasi
Pada saat ini dunia industri dan bisnis memerlukan informasi yang tepat, cepat dan relevan. Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan tentunya harus menggunakan sistem informasi. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya
Menurut Mc leod : Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :
• harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
• harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan / pengambilan keputusan
• harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan
• harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.
Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
• Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
• Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan
• Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
• Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi.
Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi mempunyai enam buah komponen atau disebut juga dengan blok bangunan (building block), yaitu :
(1) Komponen input atau komponen masukan
(2) Komponen model
(3) Komponen output atau komponen keluaran
(4) Komponen teknologi
(5) Komponen basis data
(6) Komponen kontrol atau komponen pengendalian.
Keenam komponen ini harus ada bersama-sama dan membentuk satu kesatuan. Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya, yaitu pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya, yaitu menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu dan akurat. Komponen-komponen dari sistem informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut ini :
1. Blok Masukan (Input Block)
Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. Blok Model (Model Block)
Kombinasi prosedur, logika, dan model matemetik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diingiinkan
3. Blok Keluaran (Output Block)
Keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem
4. Blok Teknologi (Technology Block)
Teknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sistem informasi.
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh
5. Blok Basis Data (Database Block)
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6. Blok Kendali (Control block)
Beberapa pengendalian yang dirancang secara khusus untuk menanggulangi gangguan-gangguan terhadap sistem
Selain itu, diperlukan beberapa hal guna memenuhi Sistem Informasi yang handal yakni:
1. membuat hak / privilage yang terstruktur
2. mudah saat melakukan maintenance sistem
3. SDM yang memadai
4. backup data
Bagaimana migrasi pergantian sistem yang aman
Dalam bidang ICT adalah suatu hal yang normal bahwa saat melakukan suatu transisi dari sistem lama ke sistem yang baru lalu terjadi hal yang disebut down curve (penurunan kinerja karena transisi tersebut, untuk melakukan transisi tersebut biasanya yang harus dimatangkan adalah hal-hal berikut:
1. Change Management. Yaitu pengelolaan tahap perubahan termasuk di dalamnya semua plan (Plan A, B, C etc), penetapan point of no return, fallback plan, failure handling dan lainnya.
2. Transition Process. Menggabungkan 3 hal menjadi satu sekaligus adalah hal yang sangat berisiko seyogyanya hal yang umum dilakukan adalah melakukan transisi secara gradual (bertahap). Misalnya melakukan 2 modul dulu, setelah hasilnya mulus baru digabungkan dengan modul satunya lagi.
3. Parallel Run. Yaitu suatu langkah dimana sambil transisi dilakukan sistem lama tetap berjalan dan digunakan, lalu setelah sistem yang baru siap segera dilakukan peralihan ke sistem baru namun sistem lama tetap berjalan sebagai langkah antisipatif dan backup bila ternyata ada kendala setelah migrasi (post migration failure). Bila sistem baru telah benar-benar lancar baru sistem lama dimatikan karena sudah tergantikan.
4. Periods Selection. Bila perubahaan ini dilakukan sekarang seharusnya berarti memang saat ini adalah periode yang paling sepi (off peak) karena pada off peak season risiko bisa ditekan seminimal mungkin, bila tidak maka perencanaan ini sudah termasuk gagal dan terlalu berani ambil risiko.
Selain itu sewajarnya perubahan sistem tersebut dilakukan pada larut malam hari atau masa yang paling sedikit imbasnya kepada pelayanan publik, bukan siang hari seperti ini.
5. Trial Test. Yaitu simulasi untuk latihan melakukan perubahan sehingga semua pihak benar-benar siap dan paham apa tugasnya.
6. Coordination. Berkodinasi dengan semua pihak terkait termasuk pihak ketiga yang mungkin akan terkena imbasnya sehingga bisa bersiap diri.

