Wednesday, October 10, 2012

Perjalanan Menemukan Pelembap

Saya paling pusing kalo sudah berurusan dengan skin care, terutama pelembap. Gimana tidak, ketika berada di rak supermarket atau di beauty stand, banyak pelembap-pelembap berjejer beraneka merk dengan janji-janji menggiurkan di setiap kemasannya. Belum lagi ketika mampir ke onlineshop, macam-macam pelembap buatan luar negeri dari Negara Eropah, Timur Tengah hingga Korea semua ada. Semuanya bilang bagus. Lha, piye ki, mosok kabeh aku jajal? Kulitku kan rewel.


Pernah pula ketika dulu kulit muka saya masih berjerawi gedai-gedai. Gak jarang saya ketemu tante-tante yang sok kenal sama aku nawarin krim ini - itulah tak lain dan tak bukan supaya saya mau beli produknya. Kira-kira percakapannya seperti ini :

Sales   : “Maaf mbak, sampean ini perawatan mukanya pakai apa ya?”
Saya   : “Nganu, saya pake produk xxxx*** Bu, kenapa?” << jaman dulu masih bego soal kulit sendiri (emang sekarang udah pinter?)
Sales   : “Ha? Pake produk xxx yang itu? Tau gak mba, itu produknya terbuat dari bahan yang berbahaya, bikin jerawat makin parah, temen saya itu pernah lho, pake produk yang mbak pakai itu, hasilnya wah, parah mba, mukanya makin banyak jerawatnya, merah-merah, gede lagi. bla bla bla”
Saya   : “Err…” << saya mau jawab kalo produk saya belinya di supermarket resmi dan ada BPOMnya. Tapi nggak sempet, terlanjur dipotong sama mbak Sales.
Sales   : “Tuh kan mba, lihat kulitnya mba, banyak jerawat. Deuh, kalau saya jadi emba, sudah saya bawa perawatan ke klinik yyy. Itu produknya bagus lho mbaa…”

Kira-kira percakapan kaya gitu sudah bisa ditebak ujungnya ke mana. Saya sih biasanya nolak dengan halus pake bilang kulitku sensitif harus ati-ati, blab la bla. Padahal ya saya nggak ngerti juga gimana cara ngilangin tuh jerawi-jerawi saya. #miris banget Lady waktu itu.

Sekitar dua tahun setelah adegan miris tersebut, saya mulai kenal sama perawatan kulit. Mulai rajin membersihkan muka, facial ini itu. Dan Alhamdulillah, jerawat saya mulai hilang. Sejak saat itu, saya mulai concern dengan perawatan muka. Termasuk cara memilih pelembab. Kan enggak mau jerawat kembali gicuuh. XD

Di postingan yang bertahap ini, saya mau share kisah perjalanan mencari pelembap yang cocok untuk kulit saya sekaligus review-reviewnya. Namanya aja perjalanan, jadi bisa dong kisah saya dan kamu sekalian beda. Hehehe. Sebelum tulisan ini dilanjutkan saya mau bikin disclaimer!

Semua pelembap yang saya review di sini adalah berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika memakai. Tidak dimaksudkan sebagai bahan acuan untuk memilih pelembap bagi Dear nJenganten sekalian. Please, kita semua sudah tau kan, kalau kebutuhan dan jenis kulit itu beda-beda? Kebutuhan skin care kulit saya tentu berbeda dengan kulit kamu. Dan saya bukan dokter, jadi saya bukan orang yang tepat untuk berkonsulasi masalah kulit.

Baiklah, saya mulai saja ya, ini adalah daftar pelembap yang ada di meja saya :

 1. Natur E Daily Face Cream
2. Hada Labo Gokuyjun Ultimate Moisturizing Milk
3. Clean and Clean Fairness Moisturizer
4. Citra Hazeline Pearly White UV

  • Citra Hazeline Pearly White UV

Ini nih, pelembap yang katanya bisa bikin muka berkilau kaya mutiara. Hmm, kalau saya pakai sih, memang bisa membuat muka jadi shimmer superlembuuut seketika. Kayaknya pelembap ini ada pigmen pemantul cahayanya yang mampu membuat wajah berkilau bak mutiara (katanya).



Kemasan Citra adalah botol kaca. Ini artinya, tidak perlu khawatir tekstur krimnya yang lembut akan berubah. Tapi sayangnya mulut jar lebar. Saya harus memastikan tangan saya dalam keadaan bersih sebelum colek-colek isinya.

Muka memang jadi shimmer sih, tapi sayang seribu sayang. Krimnya bikin muka saya berminyak biyanget. Biasanya, pakai pelembap lain tiga jam baru keluar keeling-keling. Lha pakai Citra, baru satu jam saja sudah dewy-dewy keling minyak di muka saya.

Tekstur pelembab ini lembut dan wangi. Sesuai dengan ciri khas produk Citra. Wangi.
Sedikit shimmer yang wajar dan sangat samar.
Gimana daya lembapnya? Kalau sampai bikin kulit saya berminyak, itu tandanya, lembapnya sudah okelah.
Kesimpulan saya : Citra Hazeline kurang cocok untuk kulit berminyak seperti saya. Kalau ingin merasakan efek shimmer tapi yang less oily, bisa pakai yang versi Citra Hazeline Pearl Cream.

Harga : Rp 17.000,00
Beli lagi : Tidak
  • Hada Labo Gokuyjun Ultimate Moisturizing Milk

Ini produk yang sedang rame dibicarakan di mana-mana. Hada Labo. Banyak seri yang diproduksi, tapi saya milih yang ini nih : Ultimate Moisturizing Milk. Hada Labo versi ini mengandung bahan aktif Hyaluronic Acid yang mampu menjaga kadar air pada kulit. Dijelaskan pula di kemasan bahwa setiap satu gram HA mampu menahan 6 liter air (saya kurang paham gimana kerjanya sebuah bahan aktif lotion mampu menahan air sebanyak itu. Jangan tanyakan ke saya)

Hada Labo. Kemasannya geday.

Keterangan produk. Klik untuk perbesar.

Kesan pertama memakai Hada Labo ini adalah kulit saya terasa lembap sekalii. Alus, nyaman dan berasa kenyal seketika. Kelihatan surga ya? Hmm, nanti dulu, ternyata dipakai dalam jangka lama (sekitar 3 hari) kulit saya jadi poreclog! Pori tersumbat, muncul komedo dan menyebabkan jerawat di beberapa tempat. Apakah jadi seram? Nggak juga. Mungkin karena produk ini kurang sinkron dengan muka saya yang berminyak.



Teksturnya cair sekali. Sampe ndlewer gitu.

Teman saya memakai Hada Labo malah jadi bagus kulitnya. Itu mungkin karena kulit teman saya itu kering. Sekali lagi, skin care itu menganut paham cocok-cocokan. Cocok di saya belum tentu cocok untuk kamu.

Harga : Rp 50.000,00
Beli lagi : Tidak

Next Review : Natur E Daily Face Cream dan Clean and Clean Fairness Moisturizer

Updated :
Ini agak out of topic. Saya sempat bingung tata kata yang benar itu lembaB atau lembaP. Kemudian saya bertanya di Twitter. Ada yang membenarkan lembaB, tapi ada pula yang menganjurkan lembaP. Nah, makin bingung kan. Karena penasaran, akhirnya saya buka kamus KBBI online. Ini buktinya :

lem·bap a 1 mengandung air (tt hawa dsb); tidak kering benar (tt tembakau dsb): krn hujan kemarin, tanah masih –; 2 tidak nyaring bunyinya (spt gendang yg kendur): – benar rebana itu, jemurlah sebentar;
me·lem·bap·kan v menjadikan (menyebabkan) lembap;
pe·lem·bap n zat atau cairan untuk menjadikan tetap lembap (kulit dsb);
ke·lem·bap·an n sifat lembap; keadaan (hawa) yg lembap;
~ mutlak jumlah massa uap air yg ada dl suatu satuan volume di udara; ~ nisbi Met parameter untuk menyatakan banyaknya uap air di dl udara berupa nisbah antara tekanan uap yg ada saat itu dan tekanan uap maksimum yg mungkin dicapai pd suhu dan tekanan udara saat itu; ~ udara banyaknya uap air yg dikandung oleh udara, dapat diukur dng higrometer;
ber·ke·lem·bap·an v mempunyai keadaan (hawa) yg lembap


Sumber : Mbak Okke @sepatumerah, KBBI Online dan di sini.

Yasudahdeh, saya mengganti semua lembab menjadi lembap. :) 

 @andhikalady 
Reaksi: